Kamis, 01 Juli 2010

pernafasan

Latihan ini cukup sederhana dan akan sangat membantu Anda di dalam melakukan latihan-latihan yang lain disamping juga utamanya pada pengendalian ejakulasi.
Sekarang, cobalah berbaring di lantai dengan posisi terlentang. Anda boleh memberi alas pada lantai dengan sebuah karpet atau selimut atau apapun yang Anda merasa nyaman berbaring di atasnya, asalkan alas tersebut tidak merubah kedataran berbaring Anda seperti misalnya kasur kapuk yang biasanya bergelombang dan tidak datar.

Baringkan dengan sempurna tubuh Anda, jangan biarkan ada bagian tubuh yang terangkat, karena Anda harus benar-benar rileks.
Letakkan kedua Iengan Anda disamping tubuh Anda dan mulailah bernapas dengan teratur dan dalam-¬dalam. Lakukan secara perlahan-lahan, hirup napas dalam-dalam dan hembuskan pula secara perlahan.

Sekarang, konsentrasikan agar Anda melakukan “pernapasan perut”. Artinya ketika Anda menanik napas dalam-dalam, maka udara akan memasuki rongga perut Anda dan membuatnya menggembung terisi udara. Jika Anda tak yakin, Anda boleh meletakkan salah satu telapak tangan Anda di atas perut, dan perhatikan apakah tangan Anda sedikit terangkat ke atas bersama desakan perut Anda ketika menarik napas.

Anda boleh bernapas melaui hidung atau mulut, mana yang menurut Anda lebih memudahkan. Jika Anda sudah yakin dapat melakukan pernapasan perut ini, sekarang lakukanlah secara perlahan, dalam interval paling sedikit 5 detik untuk masing-masing tarikan dan hembusan napas. Lakukan dengan santai dan rileks selama 5 menit.
Berikutnya, bangunlah dan berdiri, tetap lakukan pernapasan perut dengan perlahan dan santai. Kemudian mulailah berlari di tempat, awalnya perlahan dan semakin lama semakin cepat dan semakin cepat hingga Anda tak mampu lagi berlari karena napas Anda telah terengah-engah.

Begitu kondisi ini tercapai, pelankan kecepatan lari Anda, semakin lama semakin pelan dan akhirnya berhenti. Pada saat itu Anda pasti tidak lagi melakukan pernapasan perut, tetapi malah sebaliknya melakukan pernapasan dada.

Sekarang, konsentrasikan pikiran Anda, lakukan pernapasan perut. Dengan cara yang sama, perlahan dan dalam dengan interval paling sedikit 5 detik. Anda mungkin kesulitan karena desakan kondisi tersengat-sengal yang sedang Anda alami, tapi jangan menyerah, konsentrasikan pikiran Anda dan tetap berusaha melakukan pernapasan perut dengan perlahan, dalam dan santai.

Setelah kondisi napas Anda sudah berjalan normal dan santai selama 5 menit, mulailah berlari di tempat lagi dengan cara seperti di atas. Hanya saja kali ini benar-benar konsentrasikan agar Anda tetap melakukan pernapasan perut walau sekencang apapun Anda berlari.

Memang tidak mudah, tapi coba dan cobalah agar Anda bisa selama mungkin melakukan pernapasan perut. Satu hal yang menghalangi Anda untuk melakukan pernapasan perut adalah kondlsi ketika Anda tersengal-¬sengal, kondisi tersebut adalah disebabkan minimnya oksigen pada paru-paru Anda sehingga memaksa Anda untuk bernapas ke dada dengan cepat.

Jadi pada hakekatnya latihan ini juga melatih Anda untuk memperbaiki stamina pernapasan Anda. Anda harus melakukan latihan pernapasan ini paling sedikit 4 kali dalam seminggu, tetapi latihan setiap hari sangat dianjurkan.


hai ponco.. haha.. nice thread.. ;)

well.. sebenernya ada banyak sekali metode untuk melatih pernapasan perut..
lebih tepat, bernapas dengan diafraghma.
jadi begini.. pertama kita harus mengenali dulu dimana letak diafragma. Diafraghma itu ada di tengah-tengah bagian badan (tengah bagian dari bahu sampai pinggul) jadi terletak di sekitar bawah tulang rusuk.
dan itulah rongga dimana volume udara bisa jauh lebih banyak tersimpan daripada kita pakai paru-paru.

check: http://en.wikipedia.org/wiki/Diaphragm_%28anatomy%29

jadi disitulah letak diafraghma..




jadi..
target latihan adalah bagaimana kita melatih diafraghma itu bekerja secara otomatis pada saat kita nyanyi. dan cara melatihnya sangat simpel.. kita harus mengerti apa yang dihindari saat mengambil napas..

a. bahu jangan sampai terangkat saat ambil napas, kalau terangkat berarti kau bernapas dengan paru2. (contoh, ketika orang sedang ambil napas mendadak karena kaget.. dia akan mengambil napas dengan paru2)
b. Jangan tegang... harus relaks


sekarang kalau sudah bisa mengetahui letak diapraghm dan tau bagaimana sistem napasnya, kau bisa lakukan ini:
tahap 1:
coba untuk merelaksasikan seluruh badan dan fokus bernapas dengan diafraghma. (btw, ketika kita tidur, ternyata kita lebih banyak ambil napas dengan diafraghma lhoow).
ketika ambil napas, maka daerah diafraghma itu membesar ke samping dan depan belakang (coba check dengan memegang daerah diafraghma dengan tanganmu dan rasakan gerakannya saat ambil napas)


tahap 2:
ambil napas pelan2, ketika diafraghma dah penuh, buang pelan-pelan.
untuk nambah power, bisa dengan saat buang itu dengan cara ber desis..ss.s..ss.ss. (putus-putus) jadi kayak mompa isi udara keluar.
disini akan keliatan bahwa perut (diafraghma kita) bergerak. (latihan ini capek banget lho.. dan kalau serius menghasilkan keringat yang banyak)


oia.. kalau bisa.. saat mengambil napas, kita lakukan secara maksimal (sampai diafragma penuh udara, dan saat menghembuskannya kita bener2 keluarin sampe habis.. habiss.. habiss.. dengan begitu nanti kita akan terlatih untuk bisa menyimpan udara yang banyak dan punya napas panjaang saat bernyanyi. Kalau bisa dihitung juga, berapa menit kamu bisa bertahan saat mengembuskan napasmu???? hehehe

tahap 3:
untuk langsung mempraktekkan cara napas kita dengan aplikasi menyanyi, jadi ketika saat membuang napas bisa nyanyikan tangga nada. Pelan-pelan aja, tapi suaranya mesti stabil. Cukup do-re-mi-fa-sol-fa-mi-re-do. (dengan lafal A atau I). lalu kuncinya naik setengah.. lanjut lagi.. itu juga bagus untuk kontrol suara kita dan mengkoordinasikannya dengan power yang kita produksi dari diafraghma.


catt: pada saat membuang napas (saat menyanyikannya) kita harus bisa memanage dengan baik. JAga power dan jaga kapasitas volume udara yang ada di diafraghma dengan not2 yang dinyanyikan.. jangan sampai kehabisan napas sebelum notnya selesai.. ;)

tahap 4:
lakukan teknik napas ini berulang kali, coba dengan mengaplikasikan pada lagu pelan (lagu2 madrigal/ renaissance sangat bagusss sekali untuk ini), tapi harus tetap konsisten dan konsentrasi dengan diafraghma..

latihan seperti ini akan membuat kita secara otomatis mengaktifkan otot2 diafraghma kita saat nyanyi...dan harus setiap hari dilakukan.. ingat.. harus tetap RELAKS.

breathing is a basic of singing.. so kalau mau menyanyi dengan benar harus memulai dengan pernapasan terlebih dahulu.. :)


happy practicing.. :)


Seringkali Emce kadang salah mengartikan antara “berteriak” dan mengeluarkan suara yang “bulat”, jika berteriak secara tiba-tiba pita suara akan bergetar dengan sangat cepat dan udara di dada akan cepat habis, yang mana itu dapat mengakibakan:

1. suara habis

2. kehabisan nafas

3. otot-otot leher tertarik

4. kadang kita akan merasakan sedikit pusing di daerah belakang kepala atau pelipis

(itu jika kita memakai headvoice)

Sebenarnya nafas adalah penggerak utama dari suara. Kuatnya nafas dapat menimbulkan dan menciptakan getaran sebagai sumber dari pada “ Bunyi “. Dan nafas juga sebagai Vitamin yang paling ampuh untuk menyehatkan suara. Makanya pernafasan harus dilatih dengan baik dan teliti.
Dalam bernyanyi, kita mengenal 3 ( tiga ) jenis pernafasan. Masing – masing mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri.

1. Pernafasan Bahu
Yaitu pada saat mengambil / menarik nafas, dilakukan dengan mengangkat bahu untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini tidak begitu baik, karena nafas yang dihasilkan dangkal dan mengakibatkan kalimat jadi terputus-putus.

2. Pernafasan Dada
Yaitu dengan membusungkan dada pada saat menarik nafas untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini juga tidak begitu baik, karena jadi terkesan cepat lelah dan akibatnya suara jadi tidak stabil dan terputus-putus.

3. Pernapasan Diafragma

Lazim kita sebut dengan pernafasan rongga perut. Yaitu menarik / mengambil nafas untuk mengisi paru-paru dengan mengembangkan rongga perut atau diafragma, serta mengembangkan tulang rusuk. Cara inilah yang terbaik yang dilakukan untuk bernyanyi, karena akan menghasilkan nafas yang panjang, ringan, santai dan produksi suara lebih bermutu.

Dengan pernafasan diafargma penyanyi dapat leluasa dalam berekspresi karena tidak ada tekanan dan desakan dalam pernafasan.

nah.. pada dasarnya pernafasan yang terakhir inilah paling disarankan untuk vokal maupun rapping

GIMANA CARNYA MELATIH PERNAFASAN DALAM BERNYANYI?

ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih pernafasan ini, khususnya melatih “DIAFRAGMA” antara lain:

a.
Dengan berdiri santai, badan lurus, sambil meletakkan ujung jempol jari di ujung tulang rusuk terbawah. Tariklah nafas melalui hidung dengan cara perlahan atau dengan cepat, dan rasakan bahwa jempol kamu tadi terdorong kesebelah luar, sebagai reaksi dari melonggarnya tulang iga.
Jika telah terasa penuh, kemudian nafas tadi dikeluarkan dalam bentuk senandung vocal “Aaaaa……” atau konsonan “Sssssss….” ataupun dengan hitungan. Yang jelas bukan dengan cara mendorong, tapi mengeluarkan nafas sehemat mungkin.
Lakukan minimal 20x setiap hari atau setiap ada kesempatan buat latihan. Ini akan membuat otot-otot perut kamu menjadi semakin kokoh dan kuat.

b. Dengan posisi tidur terlentang lurus dan kedua tangan diletakkan sejajar dengan tubuh. Letakkan beberapa benda seperti buku diatas perut sebagai beban dan tariklah nafas seperti bagian “a” diatas serta rasakan bahwa beban diatas perut terangkat keatas, juga rasakan tulang rusuk ikut mendorongnya.
Jika telah terasa penuh, keluarkan lagi seperti yang “a” tadi dan lakukan minimal 20x sehari ato tambahan kapan aja kamu punya waktu buat latihan.

Latihan ini bisa membuat otot perut menjadi kokoh serta kita pun jadi santai untuk mengucapkan kalimat. Selain itu juga dapat merubah kebiasaan bernafas yang dilakukan dengan mengangkat bahu atau membusungkan dada.
Ada juga cara buat nguatin otot perut yaitu dengan tertawa terbahak bahak , sampai terasa klo perut tergoncang goncang. Tapi klo latihan ini harus dilakukan dengan sangat hati hati, karena nanti bisa dibilang orang gila (hehehe)

Pengambilan nafas pada saat memulai lagu atau awal kalimat lagu dapat dilakukan dengan menarik nafas melalui hidung dengan santai. Namun jika pada saat bernyanyi atau ditengah lagu sebaiknya dilakukan dengan singkat atau dengan mendengkus, seperti kita nyium aroma yang harum atau aroma makanan ( Hmmm Jadi laper neh.. ).
Pada pernafasan yang demikian, kita hanya mengembangkan pernafasan “alami” yang kita miliki, akan tetapi jika pernafasan alami “naik turunnya sama” sedangkan penyanyian itu “ menariknafas dengan cepat dan mengeluarkannya dengan sehemat mungkin” karena tujuan utama kita adalah menyelesaikan satu kalimat dalam satu tarikan nafas. Dengan demikian kalimat yang kita ucapkan /nyanyikan kedengaran indah dan bermutu, tidak tersendat-sendat.

oke… see u.. with anotha sharing…










Tidak ada komentar:

Posting Komentar